Garuda Indonesia Putus Kontrak 700 Karyawan Mulai 1 November 2020

PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) memutus kontrak kurang lebih 700 orang karyawan karena kesulitan keuangan selama pandemi covid-19.

Direktur Utama dari Garuda Indonesia yaitu Irfan Setiaputra menegaskan kebijakan yang diberlakukan per 1 November 2020 itu adalah penyelesaian lebih awal masa kontrak kerja karyawan dengan status tenaga kerja kontrak pada maskapai Pelat Merah tersebut.

Menurut Irfan Setiaputra, dengan penyelesaian kontrak yang lebih awal, Garuda Indonesia memastikan akan memenuhi hak-hak para karyawan yang terdampak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kebijakan tersebut merupakan keputusan sulit yang terpaksa kami ambil setelah melakukan berbagai upaya penyelamatan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah tantangan dampak pandemi covid-19. Namun kami yakini segala langkah dan upaya perbaikan yang terus akan kami lakukan ke depan, dapat mendukung upaya pemulihan kinerja Garuda Indonesia agar dapat bertahan melewati krisis pada masa pandemi dan juga menjadi penguat pondasi bagi keberlangsungan Perusahaan di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *